<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wendi's Weblog</title>
	<atom:link href="http://wendiana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wendiana.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Sep 2008 02:06:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wendiana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wendi's Weblog</title>
		<link>http://wendiana.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wendiana.wordpress.com/osd.xml" title="Wendi&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wendiana.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PERANCANGAN DATABASE</title>
		<link>http://wendiana.wordpress.com/2008/09/18/teknik-normalisasi/</link>
		<comments>http://wendiana.wordpress.com/2008/09/18/teknik-normalisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 01:57:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wendiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[SBD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wendiana.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Pokok pemikiran dalam merancang database adalah bagaimana merancang database sehingga dapat memenuhi kebutuhan saat ini dan kemudahannya untuk dikembangkan dimasa yang akan datang. Perancangan model konseptual perlu dilakukan disamping perancangan secara phisik. Pada perancangan konseptual, digunakan beberapa konsep pendekatan relasional &#8230; <a href="http://wendiana.wordpress.com/2008/09/18/teknik-normalisasi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wendiana.wordpress.com&amp;blog=4881860&amp;post=8&amp;subd=wendiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p class="MsoNormal" style="margin:5pt 0;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pokok pemikiran dalam merancang database adalah bagaimana merancang database sehingga dapat memenuhi kebutuhan saat ini dan kemudahannya untuk dikembangkan dimasa yang akan datang. Perancangan model konseptual perlu dilakukan disamping perancangan secara phisik.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:5pt 0;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pada perancangan konseptual, digunakan beberapa konsep pendekatan relasional namun <span> </span>tidak berarti konsep ini harus diimplementasikan ke model relasional saja tetapi juga apat dengan model Hirarchi dan model Network. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:5pt 0;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tugas merancang database adalah bagian dari tugas database administrator . Model konseptual mengkombinasikan beberapa cara untuk memproses data dan untuk beberapa aplikasi. Model konseptual tidak tergantung aplikasi tertentu dan tidak tergantung DBMS, Hadware yang digunakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:5pt 0;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pada perancangan model konseptual tinjauan dilakukan pada struktur data dan relasi antar file menggunakan model dan relasional.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:5pt 0;"><span style="font-family:Times New Roman;">Terdapat dua teknik dalam merancang database yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:5pt 0 5pt .5in;"><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:Times New Roman;"><a href="http://zulidamel.wordpress.com/2007/10/06/normalisasi/">Teknik Normalisasi </a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:5pt 0 5pt .5in;"><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:Times New Roman;"><a href="http://zulidamel.wordpress.com/2007/10/31/teknik-entity-relationship-er/">Teknik Entity Relationship</a></span></p>
</div>
<p><span style="font-family:Verdana;color:black;"><span style="font-family:Verdana;color:black;">Teknik normalisasi banyak digunakan terutama pemula karena mudah dipahami dan diaplikasikan.</span><strong> </strong></span></p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;color:black;">Dasar-dasar normalisasi</span></strong></p>
<ul>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;color:black;">Normal form (bentuk normal) adalah suatu klas dari skema database relasi yang didefinisikan untuk memenuhi </span><span style="font-family:Verdana;color:black;">tujuan dari tingginya integritas dan maintainability</span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;color:black;">Kreasi dari suatu bentuk normal disebut normalisasi</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Verdana;color:black;">Normalisasi dicapai dengan penganalisaan ketergantungan diantara setiap individu attribut yang diassosiasikan dengan relasinya</span></li>
</ul>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;color:black;">First normal form</span></strong></p>
<ul>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;color:black;">Suatu relasi ada dalam kondisi First Normal Form (1NF) jika dan hanya jika semua domain yang tercakup </span><span style="font-family:Verdana;color:black;">terdiri hanya atomic value, misalnya tidak ada pengulangan group (domain-domain) dalam suatu tuple </span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;color:black;">Keuntungan dari 1NF dibanding Unnormalized relation (UNRs) adalah pada bentuk penyederhanaan </span><span style="font-family:Verdana;color:black;">representasi dan kemudahan dalam pengembangan menggunakan suatu query language</span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;color:black;">Kekuranannnya adalah kebutuhan terhadap duplikasi data </span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Verdana;color:black;">Sebagian besar sistem relasi (tidak semua) membutuhkan suatu relasi dalam bentuk 1NF</span></li>
</ul>
<p><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><strong><span style="font-family:Verdana;color:black;">Second Normal Form</span></strong></p>
<ul>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;color:black;">Suatu superkey adalah suatu himpunan dari satu atau lebih attribute, yang mana, dimana diambil secara khusus </span><span style="font-family:Verdana;color:black;">yang memmungkinkan kita untuk mengidentifikasikan secara unik satu entitas atau relasi</span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;color:black;">Suatu Candidate key adalah suatu subset dari attribut-attribut pada superkey yang juga merupakan superkey dan </span><span style="font-family:Verdana;color:black;">tidak reducible ke superkey yang lain </span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;color:black;">Suatu primary key dipilih dari himpunan candidate key untuk digunakan pada suatu index untuk relasi yang </span><span style="font-family:Verdana;color:black;">bersangkutan </span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;color:black;">Kepemilikan dari satu atau beberapa attribute yang dapat didefinisikan secara unik dari nilai satu atau beberapa </span><span style="font-family:Verdana;color:black;">attribute disebut functional dependency </span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Verdana;color:black;">Diberikan suatu relasi (R), suatu himpunan (B) adalah functionally dependent pada himpunan attribut yang </span><span style="font-family:Verdana;color:black;">lain(A) jika, pada satu waktu tertentu, setiap nilai A diassosiasikan dengan satu nilai B, bentuk ini adalah suatu </span><span style="font-family:Verdana;color:black;">FD yang dinotasikan dengan A </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> B</span></li>
</ul>
<p><span style="font-family:Verdana;color:black;">•</span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> contoh</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">R : {paper-id, inst-name, isnt-addr, editor-id, publ-id, auth-id, auth-name,</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">auth-addr}</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">Fds : paper-id, auth-id </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> auth-name</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">paper-id,auth-id </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> auth-addr</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">paper-id, auth-id </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> inst-name</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">paper-id, auth-id </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> inst-addr</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">auth-id </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> auth-name</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">auth-id </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> auth-addr</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">inst-name </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> inst-addr</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">paper-id </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> editor-id</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">paper-id </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> publ-id</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">bentuk sederhana</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">paper-id, auth-id </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> auth-name, auth-addr, inst-name, inst-addr</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">auth-id </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> auth-name, auth-addr</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">inst-name </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> inst-addr</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;color:black;">paper-id </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> pub-id, editor-id</span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:Verdana;color:black;">Suatu relasi adalah dalam posisi second normal form (2NF) jika dan hanya jika relasi tersebut juga dalam 1NF </span><span style="font-family:Verdana;color:black;">dan setiap nonkey attribute tergantung penuh pada primary key-nya</span></li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;color:black;">2NF membutuhkan bahwa FD apapun didalam relasi harus berisi semua komponen dari primary key sebagai </span><span style="font-family:Verdana;color:black;">determinant, baik secara langsung atau transitif </span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;color:black;">contoh, primary key adalah paper_id, auth_id. Bagaimanapun, terdapat Fds yang lain (auth_Id </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> auth-name, </span><span style="font-family:Verdana;color:black;">auth-addr, and paper-id </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> pub-id, editor-id) yang berisi satu komponen dari primary key, tetapi tidak keduaduanya.</span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Verdana;color:black;">Mengapa harus 2NF, pertimbangkan keuntungan dari 1NF pada R. paper, pub-id dan editor-id dibuat duplikat. U</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">ntuk setiap author dari paper. Jika editor dari publikasi untuk suatu paper berubah, beberapa tuple harus pula </span><span style="font-family:Verdana;color:black;">di-update. Akhirnya, jika satu paper di ambil, semua tupple yang diassosiasikan harus dihapus. Bentuk ini akan </span><span style="font-family:Verdana;color:black;">memberikan efek samping pada penghapusan informasi yang mengassosiasikan suatu auth-id dengan auth-name </span><span style="font-family:Verdana;color:black;">dan auth-addr. </span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Verdana;color:black;">Suatu cara yang dapat dilakukan untuk hal tersebut adalah dengan mentransformasikan relasi kedalam dua atau </span><span style="font-family:Verdana;color:black;">beberapa relasi 2NF</span></li>
</ul>
<p><span style="font-family:Verdana;color:black;">contoh</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">R1 : paper-id, auth-id </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> inst-name, inst-addr</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">R2 : auth-id </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> auth-name, auth-addr</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">R3 : paper-id </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> pub-id, editor-id</span></p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;color:black;">Third Normal Form</span></strong><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:Verdana;color:black;">Pada R1, inst_addr pasti diduplikat untuk setiap kombinasi paper_author yang mejelaskan satu inst_name. Juga, </span><span style="font-family:Verdana;color:black;">jika kita menghapus satu paper dari database, kita harus memberikan efek samping penghapusan assosiasi antara </span><span style="font-family:Verdana;color:black;">inst_name dan inst_addr.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana;color:black;">Suatu relasi dalam Third Normal Form (3NF) jika dan hanya jika relasi tersebut dalam 2NF dan setiap non key a</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">ttribute adalah nontransitive dependent pada primary key</span></li>
</ul>
<p><span style="font-family:Verdana;color:black;">Contoh :</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">R11 : paper-id, auth-id </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> inst-name</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">R12 : inst_name </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> inst_addr</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">R2 : auth-id </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> auth-name, auth-addr</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">R3 : paper-id </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> pub-id, editor-id</span><strong><span style="font-family:Verdana;color:black;"> </span></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong></strong><strong><span style="font-family:Verdana;color:black;">Boyce-Codd Normal Form</span></strong></p>
<ul>
<li><span style="font-family:Verdana;color:black;">Suatu Trivial FD adalah suatu bentuk YZ </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> Z</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana;color:black;">Suatu relasi R dalam kondisi Boyce-Codd Normal Form (BCNF) jika untuk semua nontrivial FD X </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> A, X </span><span style="font-family:Verdana;color:black;">adalah superkey</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana;color:black;">BCNF adalah suatu bentuk yang lebih kuat dari normalisasi ke tiga. 3NF equivalent dengan perkataan bahwa</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">untuk setiap nontrivial FD X </span><span style="font-family:SymbolMT;color:black;"><span style="font-family:Times New Roman;">→</span></span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> A, dimana X dan A merupakan simple atau composite attribut, satu dari dua</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">kondisi harus dipenuhi.</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">X adalah superkey, atau</span><span style="font-family:Verdana;color:black;">A adalah prime attribute</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana;color:black;">BCNF mengelimisasi kondisi kedua dari 3NF</span><span style="font-family:Verdana;color:black;"> </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 12pt;"><span style="font-family:'Century Gothic';">Penerapan Bentuk Normalisasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 12pt;"><span style="font-family:'Century Gothic';">Proses </span><span style="font-family:'Century Gothic';">perancangan </span><span style="font-family:'Century Gothic';">database </span><span style="font-family:'Century Gothic';">menggunakan metode normalisasi </span><span style="font-family:'Century Gothic';">dapat dimulai da</span><span style="font-family:'Century Gothic';">ri</span><span style="font-family:'Century Gothic';"> dokumen dasar yang pakai dalam sistem. </span></p>
<ul>
<li>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 12pt;"><span style="font-family:'Century Gothic';">Menuliskan semua data yang akan direkam, bagian yang double tidak perlu dituliskan. Terlihat record record yang tidak lengkap, sulit untuk membayangkan bagaimana bentuk record yang harus dibentuk untuk merekam data tersebut. </span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 12pt;"><span style="font-family:'Century Gothic';">Bentuklah menjadi bentuk normal kesatu dengan memisah misahkan data pada field field yang tepat dan benilai atomic, juga seluruh record harus lengkap adanya. Bentuk file adalah flat file.<br />
Dengan bentuk normal kesatu ini</span><span style="font-family:'Century Gothic';"> </span><span style="font-family:'Century Gothic';">telah dapat dibuat satu file dengan 11 field yaitu nomor factur, kode supplier, nama supplier, kode barang, nama barang, tanggal, jatuh tempo, quantitas, harga, jumlah, total satu factur. </span></li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 12pt;"><span style="font-family:'Century Gothic';">selanjutnya</span></p>
</li>
</ul>
<p><span style="font-family:'Century Gothic';"> </span><span style="font-family:'Century Gothic';">Sebagai contoh kita perhatian data pada suatu rumah sakit bedah yang telah tersusun dalam bentuk laporan.</span></p>
<p><span style="font-family:'Century Gothic';"><a title="tabel-1.jpg" href="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-1.jpg"><img src="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-1.jpg?w=500" alt="tabel-1.jpg" /></a></span></p>
<p><span style="font-family:'Century Gothic';">Tabel -2</span></p>
<p><span style="font-family:'Century Gothic';">Tabel 2 adalah suatu relasi yang tak normal. Perpotongan antara baris dan kolom ada yang memiliki lebih dari satu nilai. Identifikasi unik (primary key) dari table 2 adalah NO PASIEN. Berdasankan nilai key ini  kita tidak bisa memperoleh nilai atribut yang unik, karena terjadi group pengulangan pada kolom-kolom</span></p>
<ul>
<li>NO DOKTER</li>
<li>NAMA DOKTER</li>
<li>TGL OPERASI</li>
<li>JENIS OPERASI</li>
</ul>
<p>Disain dengan group pengulangan seperti ini akan banyak menimbulkan masalah dalam melakukan pemrosesan, yaitu diperlukan program aplikasi yang sedikit kompleks, karena untuk kolom di mana terjadi group pengulangan diperlukan penanganan khusus.</p>
<p>1NF</p>
<p><span style="font-family:'Century Gothic';">Untuk mengatasi hal ini, kita </span><span style="font-family:'Century Gothic';">transformasikan <span>tabel pada table 2 </span>menajdi tabel dengan <span>relasi </span>bentuk normal <span>pertama table 3. Identifikasi unik pada tabel ini </span>adalah <span>NO PASIEN, NO DOKTER, TGL OPERASI. Dengan </span>kata lain, jika <span>kita mengetahui NO PASIEN, NO DOKTER dan TGL </span>OPERASI maka kita bisa <span>memperoleh nilai </span>unik <span>dan atribut-atnibut yang lainnya. </span>Dalam hal ini dikatakan, semua <span>atribut yang </span>bukan <span>sebagai key </span>secara bersama-sama bergantung <span>penuh </span>kepada identifikasi <span>unik. Identifikasi </span>unik ini <span>disebut </span>sebagai primary <span>key dari </span>tabel 1NF.</span></p>
<p><span style="font-family:'Century Gothic';"><a title="tabel-3.jpg" href="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-3.jpg"><img src="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-3.jpg?w=500" alt="tabel-3.jpg" /></a></span></p>
<p><span style="font-family:'Century Gothic';"><span style="font-family:'Century Gothic';">Penyimpangan yang terjadi pada relasi bentuk normal ke pertama ini adalah sbb :</span><span style="font-family:'Century Gothic';">Penyimpangan penyisipan</span><span style="font-family:'Century Gothic';">Jika ada <span>pasien </span>baru yang akan dioperasi, tapi kita belum tahu siapa <span>dokternya dan kapan </span>operasi dilakukan, maka kita tidak <span>bisa menyisipkan data </span>tentang pasien tersebut berdasarkan primary <span>key yang ada. Untuk </span>menyisipkan <span>NAMA PASIEN dan </span>ALAMAT PASIEN, kita hanya membutuhkan <span>NO PASIEN </span>sebagal <span>key. Jadi kita tidak bisa menyisipkan data sebelum diketahui dokter siapa dan </span>kapan operasi akan dilakukan. Jika kita <span>plsahkan atribut NAMA PASIEN, ALAMAT PASIEN </span>bersama-sama dengan <span>NO </span>PASIEN, maka penyisipan data pasien baru bisa dilakukan.<br />
Hal yang sama juga terjadi jika kita ingin menyisipkan dokter yang baru mulal bekerja pada rumah sakit tersebut. Selama dokter baru tersebut belum pemah melakukan operasi, maka kita tidak bisa menyisipkan data tentang <span>dokter </span>tersebut ke dalam <span>entiti. </span>Hal ini bisa diatasi dengan memisahkan <span>atribut </span>NAMA <span>DOKTER </span>bersama-sama dengan <span>atribut </span>NO DOKTER menjadi <span>satu entiti baru.</span></span><span style="font-family:'Century Gothic';">Penyimpangan perubahan</span><span style="font-family:'Century Gothic';">Pasien yang merupakan langganan rumah sakit tersebut yang beberapa kali dioperasi, seperti mlsalnya pasien dengan nama JOHN, setiap kali dilakukan operasi, data-data tentang JOHN, yaitu NAMA dan ALAMAT akan tercatat dalam satu rekord. Dalam contoh ini JOHN dioperasi sebanyak empat kali, maka JOHN memiliki empat rekord. Jika suatu saat, misahiya JOHN dioperasi untuk yang ke lima kalinya, sedangkan pada seat <span>itu </span>JOHN sudah pindah alamat. Jadi alamat-alamat <span>yang </span>tercatat sebelumnya tidak berlaku lagi dan <span>perlu </span>diperbaharui. karena alamat <span>JOHN tercatat </span>dibeberapa tempat, maka pembaharuan juga harus dilakukan dibeberapa tempat. ini<span> </span>adalah <span>contoh </span>penyimpangan perubaban <span>yang </span>muncul <span>pada </span>table dengan relasi bentuk pertama.</span><span style="font-family:'Century Gothic';">Penyimpangan perubahan ini bisa diatasi, jika atribut-atribut NAMA<br />
PASIEN dan <span>ALAMAT PASIEN </span>tercatat <span>hanya </span>sekali untuk setiap pasien.<br />
Hal ini bias dilakukan dengan <span>menempatkan </span>atribut NAMA PASIEN dan<br />
AIAMAT <span>PASIEN </span>bersama-sarna dengan <span>NO </span>PASIEN dalam satu entiti<br />
terpisah.</span></span><span style="font-family:'Century Gothic';"><span style="font-family:'Century Gothic';"><span style="font-family:'Century Gothic';">Penyimpangan-penghapusan yang teijadi pada relasi bentuk<br />
pertama ini adalah sebagai berikut: </span><span style="font-family:'Century Gothic';">Penyimpangan penghapusan</span><span style="font-family:'Century Gothic';">Misalnya </span><span style="font-family:'Century Gothic';">ada <span>pasien </span>yang dirawat meninggal <span>dunia, </span>misalnya pasien dengan nama BUD!. Ketika data-data tentang <span>BUDI </span>dihapus, secara tidak sengaja kita juga kehilangan data-data tentang dokter yang melakukan operasi terhadap BUDI, yaltu DR. A. Kebetulan. DR. A melakukan operasi baru sekali, sehingga data-data tentang DR. A tidak ada ditempat lain. Tentunya hal. ini tidak diinginkan karena data-data tentang <span>DR. A </span>masih dlbutuhkan di rumahsakit tersebut.</span><span style="font-family:'Century Gothic';">Penyimpangan penghapusan seperti pada contoh ini, bisa diatasi dengan memisahkan data-data tentang dokter menjadi satu entili terpisah, dengan <span style="text-decoration:underline;">demikian </span>setiap ada pasien yang meninggal dunia dan rekordnya Ingin dihapus, kita <span>tidak </span>akan kehilangan <span>data-data </span>tentang <span>dokter yang mer</span>awatnya.<br />
<span>Di </span>samping penyimpangan <span>di atas, </span>pada <span>relasi dengan </span>bentuk normal pertama juga terjadi penyimpangan-penyimpangan <span>tempat </span>penyunpanan (storage <span>Anomaly), </span>yaftu pada <span>kolom kolom NO PASIEN, </span>NAMA PASIEN, ALAMAT PASIEN <span>terdapat nilai yang ditulis </span>berulang-ulang, ini <span> </span>disebabkan <span>karena pasien </span>dengan <span>NAMA dan </span>ALAMAT <span>tersebut menjalani </span>beberapa <span>kali operasi. Hal yang sama juga terjadi pada kolom NO DOKTER </span>dan NAMA <span style="font-variant:small-caps;">DOKTER</span><span> </span>yaitu <span>untuk dokter-dokter </span>yang <span>telah </span>melakukan beberapa <span>kali operasi. Penyimpangan ini </span>muncul <span>karena </span>ada <span>atribut-atribut yang </span>bergantung <span>secara penuh kepada bagian dari key. </span>Seperti <span>mlsa]nya </span>NAMA <span>PASIEN dan </span>M4MAT PASIEN bergantung secara <span>penuh pada NO PASIEN, dan NO PASIEN </span>adalah <span>bagian dari key. Demikian juga untuk atribut </span>NAMA <span>DOKTER yang bergantung </span>secara penuh <span>pad NO DOKTER yang merupakan </span>bagian <span>dari key.<br />
</span>Untuk mengatasi penyimpangan.penyimpangan <span>yang terjadi pada bentuk normal pertama </span>adalah pisahkan <span>kolorn-kolom ditempat mana duplikasi data terjadi atau </span>bangun <span>enilti </span>baru <span>yang terdiri dari atribut atribut </span>yang bergantung secara <span>penuh pada </span>bagian <span>dari </span>key, <span>dengan </span>keteutuan <span>sebag </span>benikut:</span><span style="font-family:'Century Gothic';"><br />
<span>I. Key </span>dari tabel baru <span style="text-decoration:underline;">adalah </span><span>key dari group </span>dupilkasi.</span><span style="font-family:'Century Gothic';">2. Key dari tabel asal adalah sebagai <span>atribut </span>pada tabel baru.</span><span style="font-family:'Century Gothic';">3 Mungkin perlu </span><span style="font-family:'Century Gothic';">menyertakan key atau <span style="text-decoration:underline;"><span>bagian </span></span><span>dar key </span>pada tabel asal<br />
sebagai <span style="text-decoration:underline;"><span> </span></span>key pada tabel baru </span><span style="font-family:'Century Gothic';">Group duplikasi pada pembahasan kita adalah NO PASIEN, NAMA PASIEN ALAMAT PASIEN<span> </span>dan key dari group ini adalah No PASIEN</span></span></span><span style="font-family:'Century Gothic';"><span style="font-family:'Century Gothic';"> </span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="left"><a title="tabel-4.jpg" href="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-4.jpg"><img src="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-4.jpg?w=500" alt="tabel-4.jpg" /></a></p>
<p><span style="font-family:'Century Gothic';"><span style="font-family:'Century Gothic';">Tabel-4</span></span><span style="font-family:'Century Gothic';"><span style="font-family:'Century Gothic';"> </span></span></p>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-family:'Century Gothic';">Sedangkan group duplikasi yang lain, </span><span style="font-family:'Century Gothic';">yaitu <span>NO DOKTER dan NAMA DOK. TER </span>dipisahkan <span>menjadi tabel DOKTER, dengan key NO </span>DOKTER. <span>Tabel. nya </span>terlihat <span>pada table-5</span></span></p>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><a title="tabel-5.jpg" href="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-5.jpg"><img src="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-5.jpg?w=500" alt="tabel-5.jpg" /></a></p>
<p><span style="font-family:'Century Gothic';"><span><span style="font-family:Verdana;color:black;"><span style="font-family:Verdana;color:black;"> </span></span></span></span> <span style="font-family:'Century Gothic';"><span><span style="font-family:Verdana;color:black;"><span style="font-family:Verdana;color:black;">Tabel-5</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;">
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-family:'Century Gothic';">Sedangkan </span><span style="font-family:'Century Gothic';">entiti <span>asal akan menjadi seperti </span>benikut, <span>kita sebut saja sebagal tabel </span>MASTER. <span> </span>Group duplikasi pada tabel <span>yang klta bicanakan </span>adalah <span>NO PASIEN, </span>NAMA PASIEN, ALAMAT PASIEN. Bentuk tabel barn dengan nama PASIEN </span></p>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><a title="tabel-6.jpg" href="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-6.jpg"><img src="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-6.jpg?w=500" alt="tabel-6.jpg" /></a></p>
<p align="center"><span style="font-family:'Century Gothic';">Tabel-6</span></p>
<p><span style="font-family:'Century Gothic';"><span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';">Hasil proses normalisasi dan relasi normal bentuk pertama, yaltu pada table-<span>4, table-</span><em>5,</em>Tabel-6 adálah relasi beniUk iormal kedua (2NF). </span></span></p>
<p><span style="font-family:'Century Gothic';"><span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';"><span style="font-family:'Century Gothic';">Untuk melakukan pengecekan, apakah relasi dalam suatu tabel bukan merupakan bentuk normal <span>ke </span>dua adalah jika primary key merupakan gabungan dan beberapa atnibut dan ada atribut lain yang bergantung secara penuh pada salah satu atau bagian dan primary key.<br />
Setiap relasi bentuk normal <span>ice </span>dna makaju merupakan relasi bentuk normal pertama. Sebaliknya, jika rebel bentuk normal pertama maka belum <span>teutu merupakan </span>relasi bentuk normal <span>ice </span>dua. <span>Tabel yang </span>ditunjukkan pada <span>Gambar </span><em>XWJ </em>adalah relasi bentuk normal pertama, tapi bukan bentuk normal ke dna, sedangkan pada Gambar <em><span>XWA, </span></em>Gambar <em>XW.5 </em><span>dan Gambar </span>XIV4 adeh relasi bentuk normal pertama dan juga relasi bentuk normal kedua.</span><span style="font-family:'Century Gothic';">Penyunpangan-penyimpangan yang teqadi <span>pada relasi </span>bentuk <span>normal </span>pertama dapat diatasl dengan <span>membanin </span>entfti-entiti barn, yaltu entiti </span><span style="font-family:'Century Gothic';">MASTER, </span><span style="font-family:'Century Gothic';">entiti <span>PASIEN dan </span>entiti <span>DOKTER. Proses nornalisasi di aim </span>menghasm relasi bentuk normal kedua,. <span>Relasi antara ketiga </span>entiti <span>dapat </span>digambarkan <span>sebagai benlkut </span></span><span style="font-family:'Century Gothic';">PASIEN &lt; —— &gt;&gt; MASTER &lt;&lt; ———- &gt; </span><span style="font-family:'Century Gothic';">DOKTER</span><span style="font-family:'Century Gothic';"><br />
yaita <span>antara </span>PASIEN dan <span>MASTER satu-ke-banyak dan </span>antara DOKTER dan <span>MASTER satu-ke-banyak.</span></span><span style="font-family:'Century Gothic';">Jika <span>kita </span>ingin <span>menyisipkan data-data tentang </span>pasien baru, <span>pada </span>relasi bentuk <span>normal kedua kita melakukannya </span>dengan <span>menyisipkan data teisebut ke entiti PASIEN. Demikian juga, jika data-data tentang dokter yang ingin dimasukkannya, kita bisa menyisipkarmya pada </span>entiti <span>DOKTER. Untuk melakukan </span>perubahan.pembakan <span>alamat pasien, kita </span>tidak <span>penlu lagi melakukan </span>perubahan <span>dibeberapa tempat, tapi cukup </span>mengadakan perubahan <span>satu rekord pada entiti PASIEN. Apabila ada rekord yang harus </span>dihapus <span>pada </span>entiti <span>MASTER, kita tidak akan </span>kehilangan <span>data-data tentang dokter yang dihapus pada entiti MASTER, karena semua </span>data-data <span>tentang dokter </span>berada dalam entiti <span>DOKTER.<br />
Penyirnpangan..penyimpangan yang </span>tenjadi <span>pada </span>relasi <span>bentuk normal </span>pertama telah <span>dapat diatasi </span>dengan <span>mentransformasikan menjadi relasi </span>bentuk <span>normal kedua. Walaupun demikian, bukan </span>berarti <span>pada relasl </span>bentuk normal <span>kedua sudah </span>tidak ada <span>lagi penyimpangan-penyimpangan tersebut. </span>Berikut ini <span>kita lihat penyimpangan..penyimpg yang </span>teijadi <span>pada relasi </span>bentuk <span>normal kedua, perhatjkan </span>Garnbar <em><span>XW.6. </span></em></span><span style="font-family:'Century Gothic';">Penyimpangan </span><span style="font-family:'Century Gothic';">penyisipan</span><span style="font-family:'Century Gothic';"><span> </span><span>Kita tidak bisa menyisipkan data-data tentang obat </span>dan <span>efek sarnpi. ngannya, kecuali </span>jika <span>obat tersebut </span>diberikan <span>kepada pasien. </span>Dengan <span>kata lain, jika kita ingin menyisipican data-data tentang obat, maka kita tenlebih dahulu </span>hams <span>membangun suatu relasi dengan </span>primary key <span>pada entiti MASTER. </span></span><span style="font-family:'Century Gothic';">Penyimpangan penghapusan </span><span style="font-family:'Century Gothic';">Penyimpangan <span>penghapusan teijadi </span>jika <span>ada atribut bukan key yang bergantung penuh pada atnibut yang juga bukan <em>key. </em>Path gambar XIV.6, atnibut </span>EFEK SAMPINGAN di samping <span>bergantung path primary key, juga </span>bergantung <span>path atnbut OBAT YANG </span>DJBERJK <span>yang bukan </span>sebagai </span><span style="font-family:'Century Gothic';">k. Jika misainya ada pasien yang dlbCdkan <span>PENICILLIN </span>tapi efek sampin ya bukan DEMAM, maka EFEK SAMPINGAN liii harus dthapus atan diperbahanihi. Jika <span>PENICILLIN dengan EFEK </span>SAMPINGAN DEMAM mlsalnya tercatat <span>hanya </span>sekali, maka penghapusan ml akan mengiilangkan informasi teñtang PENICILLIN dengan EFEK SAMI’INGAN DEMAM. Hal ini mungkin tidak diinginkan.</span><span style="font-family:'Century Gothic';">Penyimpangan perubahan </span><span style="font-family:'Century Gothic';">Jika <span>EFEK </span>SAMPINGAN yang dibicarakan dalam kasus penyimpangan penhapusan <span>muncul dibeberapa tempat, maka </span>perubahan harus dilakukan dibeberapa <span>tempat. </span>Hal ini <span>tentunya akan membutuhkan lebih </span>banyak waktu dibandingkan <span>dengan melakukan </span>perubahan hanya <span>pada satu tempat saja.</span></span><span style="font-family:'Century Gothic';">Penyimpangan-penyimpangan <span>yang terjadi pada relasi bentuk normal kedua </span>sebagai <span>akibat </span>dari kebergantungan <span>atribut bukan key (EFEK </span>SAMPINGAN) <span>pada atribut lain yang </span>juga <span>bukan sebagai key (OBAT YANG DIBERIKAN). </span>Ketergantungan semacam ini<span> </span>disebut <span>ketergantungan </span>transitif (transitive Dependency).</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';">Untuk mengatasi <span>ketergantungan transitif in</span>i, pisahkan <span>atribut-atribut bukan </span>key <span>yang </span>bergantung <span>pada atribut lain yang juga bukan key. Dalam </span>catoh ini, kita bangun entiti <span>baru, </span>yaitu entiti <span>OBAT </span>dengan <span>atribut-atribut OBAT YANG DIBERIKAN dan EFEK </span>SAMPINGAN. <span>Entiti MASTER se</span>karang tampak <span>pada table 7 dan entiti OBAT pada table 8</span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:'Century Gothic';"><span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';"><span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';"><span><span style="font-family:Verdana;color:black;"><span style="font-family:Verdana;color:black;"><a title="tabel-7.jpg" href="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-7.jpg"><img src="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-7.jpg?w=500" alt="tabel-7.jpg" /></a></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:'Century Gothic';"><span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';"><span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';"><span><span style="font-family:Verdana;color:black;"><span style="font-family:Verdana;color:black;">Tabel-7</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:'Century Gothic';"><span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';"><span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';"><span><span style="font-family:Verdana;color:black;"><span style="font-family:Verdana;color:black;"><a title="tabel-8.jpg" href="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-8.jpg"><img src="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-8.jpg?w=500" alt="tabel-8.jpg" /></a></span></span></span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-family:'Century Gothic';">Proses <span>normalisasi yang dilakukan pada relasi </span>bentuk normal kedua menghasilkan relasi <span>dengan bentuk normal ketiga.</span></span></p>
<p><span style="font-family:'Century Gothic';"><span><span style="font-family:'Century Gothic';">Setiap <span>relasi bentuk </span>normal ketiga maka <span>juga merupakan relasi </span>bentuk <span>normal kedua. </span>Sebaliknya, jika relasi bentuk normal <span>kedua maka </span>belum <span>tentu </span>merupakan <span>relasi </span>bentuk normal <span>ketiga. Tabel yang </span>ditunjukkan <span>pada table 7 </span>adalah relasi bentuk normal <span>ketiga dan juga </span>relasi bentuk <span>normal kedua.</span></span><span style="font-family:'Century Gothic';">Penyimpangan-penyimpangan<span> yang terjadi pada </span>relasi bentuk normal <span>kedua, dapat </span>diatasi <span>dengan </span>membangun entiti baru yang terdiri <span>dari atribut-atribut yang </span>bergantung transitif, dan <span>proses </span>normalisasinya menghasil relasi <span>bentuk normal ketiga. </span></span><span style="font-family:'Century Gothic';">Transforrnasi </span><span style="font-family:'Century Gothic';">dan <span>relasi </span>bentuk <span>normal kedua ke relasi </span>bentuk normal ketiga <span>hampir </span>sama <span>dengan transformasi </span>dan <span>bentuk normal pertama kebentuk </span>normal <span>kedua. </span>Perbedaan <span>keduanya adaIah, </span>tranformasi dari 1NF ke 2NF, berdasarkan <span>relasi antara <em>atribut </em></span>bukan <span>key dengan atribut yang sebagai key </span>sedangbn transformasi dari <em>2NF </em><span>ke <em>3NF, </em></span>berdasarkan <span>relasi antara atribut </span>bukan <span>key </span>dengan <span>atribut </span>lain yang juga bukan <span>key.</span></span></span></span></p>
<p>Konsep Entity Relationship (Cardinality)</p>
<p>a. One to One Relationship</p>
<p>Hubungan antara file pertama dan file kedua adalah satu berbanding satu.</p>
<p>Contoh :</p>
<p>• pada pengajaran private satu guru satu siswa</p>
<p>• “seorang guru mengajar seorang siswa, seorang siswa diajar oleh seorang guru”</p>
<p>Gambar :</p>
<p><a title="onetoone.jpg" href="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/11/onetoone.jpg"><img src="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/11/onetoone.jpg?w=500" alt="onetoone.jpg" /></a></p>
<p>b. One to Many atau Many to One Relationship</p>
<p>Hubungan antara file pertama dan file kedua adalah satu berbanding banyak atau banyak berbanding satu.</p>
<p>Contoh :</p>
<p>• Dalam suatu perusahan satu bagian mempekerjakan banyak pegawai.</p>
<p>• “Satu bagian mempekerjakan banyak pegawai, satu pegawai kerja dalam satu bagian”</p>
<p><a title="onetomany.jpg" href="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/11/onetomany.jpg"><img src="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/11/onetomany.jpg?w=500" alt="onetomany.jpg" /></a></p>
<p>c. Many to Many Relationship</p>
<p>Hubungan file pertama dan file kedua adalah banyak berbanding banyak.</p>
<p>Contoh :</p>
<p>• Dalam universitas seorang mahasiswa dapat mengambil banyak matakuliah</p>
<p>• “Satu mahasiswa mengambil banyak matakulih dan satu matakuliah diambil banyak mahasiswa.”</p>
<p><a title="manytomany.jpg" href="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/11/manytomany.jpg"><img src="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/11/manytomany.jpg?w=500" alt="manytomany.jpg" /></a></p>
<p><strong>LANGKAH-LANGKAH PERANCANGAN TEKNIK ER</strong></p>
<p>Sumber awal data teknik perencanaan database dengan ER adalah data dictionary (kumpulan data).</p>
<p>Langkah-langkah perancangan ER:</p>
<ol>
<li>Memilih kelompok atribut yang sama untuk dijadikan sebuah entitas dan menentukan primary key dengan syarat unik dan mewakili entitas</li>
<li>Menggambarkan Cardinality dari ER diagram berdasarkan analisa relasi yang didapat. Relasi yang terjadi dapat One to One, One to Many dan Many to Many relationship</li>
<li>Membentuk SKEMA DATABASE atau LRS (Logical Record Structure) berdasarkan ER diagram</li>
</ol>
<ul>
<li>Bila relasi One to One maka foreign key diletakkan pada salah satu dari 2 entitas yang ada atau menyatukan ke dua entitas tersebut.</li>
<li>Bila relasi One to Many maka foreign key diletakkan di entitas yang Many</li>
<li>Bila relasi many to many maka dibuat “file konektor” yang berisi 2 foreign key yang berasal dari kedua entitas</li>
</ul>
<p>Membentuk tabel-tabel berdasarkan primary key yang terpilih dengan syarat sudah mencapai aturan normalisasi sekurang-kurangnya 3NF dari Skema DB/LRS yang ada :</p>
<p><strong>PENERAPAN TEKNIK E &#8211; R</strong></p>
<p>Buatlah perancangan database dengan teknik ER untuk data dictionary berikut ini :</p>
<ul>
<li>No. Anggota</li>
<li>Nama Anggota</li>
<li>Tgl. Lahir</li>
<li>Alamat</li>
<li>Tgl. Masuk</li>
<li>Kode Buku</li>
<li>Judul</li>
<li>Pengarang</li>
<li>Penerbit</li>
<li>Tahun Terbit</li>
<li>Tgl.Pinjam</li>
<li>Tgl. Kembali</li>
</ul>
<p>LANGKAH 1</p>
<ul>
<li>Memilih kelompok atribut yang sama untuk dijadikan beberapa entitas dan menentukan primary key dengan syarat unik dan mewakili entitas</li>
<li>Dari data dictionary diatas dapat ditentukan 2 entitas yaitu :</li>
</ul>
<p>Ø Entitas Anggota (Primary key: No. Anggota)</p>
<p>Ø Entitas Buku (Primary Key: Kode Buku)</p>
<p>Anggota</p>
<ul>
<li>No. Anggota</li>
<li>Nama Anggota</li>
<li>Tgl. Lahir</li>
<li>Alamat</li>
<li>Tgl. Masuk</li>
</ul>
<p>Buku</p>
<ul>
<li> Kode Buku</li>
<li>Judul</li>
<li>Pengarang</li>
<li>Penerbit</li>
<li>Tahun Terbit</li>
</ul>
<p>• Atribut Tgl. Pinjam dan Tgl. Kembali tidak dimasukkan dulu kedalam salah satu entitas.</p>
<p>LANGKAH 2</p>
<ul>
<li>Menggambarkan Cardinality dari ER diagram berdasarkan analisa relasi yang didapat. Relasi yang terjadi dapat One to One, One to Many dan Many to Many relationship</li>
<li>Misalnya relasi yang terjadi :</li>
</ul>
<p>“Seorang anggota dapat meminjam banyak buku dan satu buku dapat dipinjamkan oleh banyak anggota”</p>
<p>Gambar ER Diagram:</p>
<p><a title="pinjam.jpg" href="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/11/pinjam.jpg"><img src="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/11/pinjam.jpg?w=500" alt="pinjam.jpg" /></a></p>
<p>LANGKAH 3</p>
<ul>
<li>Membentuk Skema DB atau LRS berdasarkan ER diagram</li>
<li>Bila relasi One to One maka foreign key diletakkan pada salah satu dari 2 entitas yang ada atau menyatukan ke dua entitas tersebut.</li>
<li>Bila relasi One to Many maka foreign key diletakkan di entitas yang Many</li>
<li>Bila relasi many to many maka dibuat “file konektor” yang berisi 2 foreign key yang berasal dari kedua entitas</li>
</ul>
<p>• LRS yang berbentuk :</p>
<p><a title="pinjam_1.jpg" href="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/11/pinjam_1.jpg"><img src="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/11/pinjam_1.jpg?w=500" alt="pinjam_1.jpg" /></a></p>
<p>LANGKAH 4</p>
<ul>
<li>Membentuk tabel-tabel berdasarkan primary key yang terpilih dengan syarat sudah mencapai aturan normalisasi sekurang-kurangnya 3NF dari Skema DB/LRS yang ada :</li>
</ul>
<ul>
<li>Karena relasi yang terjadi many to many maka dibuat file konektor.</li>
</ul>
<p><a title="pinjam_2.jpg" href="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/11/pinjam_2.jpg"><img src="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/11/pinjam_2.jpg?w=500" alt="pinjam_2.jpg" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wendiana.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wendiana.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wendiana.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wendiana.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wendiana.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wendiana.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wendiana.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wendiana.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wendiana.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wendiana.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wendiana.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wendiana.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wendiana.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wendiana.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wendiana.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wendiana.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wendiana.wordpress.com&amp;blog=4881860&amp;post=8&amp;subd=wendiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wendiana.wordpress.com/2008/09/18/teknik-normalisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25885427ed019aa08134d74adf40d92d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wendiana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-1.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-3.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-4.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-5.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-6.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-7.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/12/tabel-8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel-8.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/11/onetoone.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">onetoone.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/11/onetomany.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">onetomany.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/11/manytomany.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">manytomany.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/11/pinjam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pinjam.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/11/pinjam_1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pinjam_1.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulidamel.files.wordpress.com/2007/11/pinjam_2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pinjam_2.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://wendiana.wordpress.com/2008/09/17/hello-world/</link>
		<comments>http://wendiana.wordpress.com/2008/09/17/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 07:48:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wendiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wendiana.wordpress.com&amp;blog=4881860&amp;post=1&amp;subd=wendiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wendiana.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wendiana.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wendiana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wendiana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wendiana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wendiana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wendiana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wendiana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wendiana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wendiana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wendiana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wendiana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wendiana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wendiana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wendiana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wendiana.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wendiana.wordpress.com&amp;blog=4881860&amp;post=1&amp;subd=wendiana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wendiana.wordpress.com/2008/09/17/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25885427ed019aa08134d74adf40d92d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wendiana</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
